Sabtu, 14 April 2012

INI KAWAN SAYA

PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN (PEMECAH KEBEKUAN)

Persiapan :  Tidak ada
Waktu  :  satu menit untuk setiap anggota tim
Lingkungan :  Ruangan standar yang memungkinkan setiap orang dapat melihat kehadiran orang lain. Meja bundar atau berbentuk U lebih baik.
Tim Individu :  kelompok dapat terdiri atas sejumlah orang yang duduk membentuk lingkaran

setiap anggota kelompok bergiliran untuk memperkenalkan orang yang ada di sebelahnya.  Mereka diberi waktu 60 detik untuk memberitahukan kepada anggota lain tentang orang tersebut.  Nama orang tersebut harus tepat, tetapi informasi lainnya bisa dikarang sendiri.  Anda dapat memberi waktu beberapa menit kepada kelompok untuk menemukan ide untuk perkenalan ini sebelumnya, jika tidak anggota lainnya akan tetap memikirkan bahan yang akan mereka katakan, sehingga mereka tidak akan mendengarkan perkenalan rekannya.

Umpan balik. Semakin unik nama tersebut dikaitkan, semakin berkesempatan untuk mengingat nama orang tersebut, khusunya jika nama itu diulang beberapa kali selama latihan ini.  Cobalah untuk lebih kreatif, tetap hati-hati jangan sampai mempermalukan rekan Anda.

Hasil.  Latihan ini merupakan pemecah kebekuan murni, yang mempunyai dua tujuan.  Memperkenalkan seseorang berdasarkan namanya akan meningkatkan kesadaran akan nama tersebut, khususnya bagi orang yang sedagn memperkenalkan nama tersebut- jika perkenalan itu cukup khusus, nama tersebut akan terus diingat.  Latihan ini juga membantu memecahkan keengganan dengan membuat peserta untuk melakukan sedikit kelucuan, asalkan tidak berlebihan.

Variasi.  Untuk meningkatkan kekuatan latihan pemecah kebekuan ini, dan untuk menambah kegembiraan, Anda dapat menetapkan beberapa persyaratan.  Misalnya, harus ada sedikitnya 10 pernyataan tentang individu dalam waktu tidak lebih dari 60 detik.  Peserta lain dapat dilengkapi dengan senjata mainan untuk menembak orang tersebut bila berbicara tersendat-sendat atau melewati batas waktu: bisa juga digunakan bola lembut atau pistol air. Kadang-kadang juga terjadi pernyataan yang benar mengenai subjek disebutkan secara tidak sengaja - sekali lagi ini dapat diambil dan digunakan sebagai alasan untuk melempari dan membasahi pesertanya.
 

Jumat, 06 April 2012

CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah suatu strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh untuk dapat menemukan materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Pemahamannya adalah:
  1. CTL menekankan kepada proses keterlibatan siswa untuk menemukan materi dan tidak mengharapkan siswa hanya menerima saja.
  2. CTL mendorong agar siswa dapat menemukan hubungan antara materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Hal ini sangat penting, sebab dengan mengkorelasikan materi yang ditemukan dengan kehidupan nyata, materi yang dipelajari akan tertanam erat di dalam memori siswa, sehingga tidak mudah terlupakan.
  3. CTL mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan, sehingga dapat mewarnai perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.
Jadi, pembelajaran kontekstual merupakan konsep pembelajaran dimana guru menggunakan pengalaman siswa yang pernah dilihatnya dan/atau dilakukan dalam kehidupannya sebagai sumber belajar pendukung.

Karakteristik pembelajaran kontekstual adalah:
  • Pembelajaran dilaksanakan dalam konteks autentik, yaitu pembelajaran yang diarahkan pada ketercapaian keterampilan dalam kehidupan nyata atau pembelajaran yang dilaksanakan dalam lingkungan yang alamiah.
  • Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengerjakan tugas-tugas yang bermakna.
  • Pembelajaran dilaksanakan dengan memberikan pengalaman bermakna kepada siswa
  • Pembelajaran dilaksanakan melalui kerja kelompok, berdiskusi, saling mengoreksi antar teman.
  • Pembelajaran memberikan kesempatan untuk menciptakan rasa kebersamaan, bekerjasama, dan saling memahami antara satu dengan yang lainnya.
  • Pembelajaran dilaksanakan secara aktif, kreatif, produktif, dan mementingkan kerjasama.
  • Pembelajaran dilaksanakan dalam situasi yang menyenangkan.
 
Karakteristik pembelajaran kontekstual dapat dinyatakan dengan menggunakan 10 kata kunci, yaitu: kerjasama, saling menunjang, menyenangkan, belajar dengan gairah, pembelajaran terintegrasi, menggunakan berbagai sumber, siswa aktif, sharing dengan teman, siswa kritis dan guru kreatif.



Komponen utama pembelajaran kontekstual (CTL) sebagai berikut:
  1. Konstruktivisme, adalah proses membangun atau menyusun pengetahuan baru dalam struktur kognitif berdasarkan pengalaman. Pembelajaran konstruktivisme menekankan terbangunnya pemahaman sendiri secara aktif, kreatif, dan produktif  berdasarkan pengetahuan terdahulu dan dari pengalaman belajar yang bermakna.
  2. Inquiry (Menemukan), artinya proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis. Langkah umum proses inquiry adalah: 
    • Merumuskan masalah
    • Mengajukan hipotesis
    • Mengumpulkan data
    • Menguji hipotesis berdasarkan data yang ditemukan
    • Membuat kesimpulan
  3. Questioning (Bertanya). Belajar pada hakekatnya adalah bertanya dan menjawab pertanyaan. Bertanya dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu sedangkan menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir.
  4. Learning Community (Masyarakat Belajar). Penerapan asas masyarakat belajar dapat dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar.
  5. Modelling (Pemodelan), adalah proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat ditiru oleh setiap siswa.
  6. Reflection (Refleksi), adalah perenungan/refleksi atas pengetahuan yang beru dipelajari.
  7. Authentic assesment (Penilaian Autentik), adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa.