Jumat, 15 November 2013


Kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung.  Proses pembelajaran langsung adalah proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran langsung tersebut peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis.  Proses pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang disebut dengan instructional effect. Pembelajaran langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari Kompetensi Inti (KI)-3 dan KI-4.

Pembelajaran tidak langsung adalah proses pendidikan yang terjadi selama proses pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus.  Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap.  Berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran tertentu, pengembangan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi ke kelas, sekolah, dan masyarakat.  Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pembelajaran yang menyangkut KD yang dikembangkan dari KI-1 dan KI-2.

Proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok, yaitu:
  1. Mengamati
  2. Menanya
  3. Mengumpulkan informasi
  4. Mengasosiasi, dan
  5. Mengkomunikasikan
Kelima pembelajaran pokok tersebut dapat dirinci dalam kegiatan belajar sebagai berikut:


LANGKAH PEMBELAJARAN  KEGIATAN  BELAJAR KOMPETENSI  YANG  DIKEMBANGKAN
Mengamati Membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat) Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi
Menanya Mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati  (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat
Mengumpulkan informasi / eksperimen * Melakukan eksperimen Mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi emlalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kegiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat
* Membaca sumber lain selain buku teks
* Mengamati objek/Kejadian
* Aktivitas
* Wawancara dengan nara sumber
 
 
 
 
 
Mengasosiasikan / Mengolah informasi * Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan
 
 
   
* Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari sokusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat  yang berbeda sampai kepada yang bertentangan  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Mengkomunikasikan Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar





Senin, 30 September 2013

Materi ajar

TEORI BILANGAN


  • Suatu bilangan habis dibagi 5 jika dan hanya jika digit terakhir dari bilangan tersebut  adalah 0 atau 5
  • Suatu bilangan habis dibagi 3 jika dan hanya jika jumlah digit bilangan tersebut habis dibagi 3
  • Suatu bilangan habis dibagi 9 jika dan hanya jika jumlah digit bilangan tersebut habis dibagi 9
  • Suatu bilangan habis dibagi 11 jika dan hanya jika selisih antara jumlah digit dari bilangan tersebut pada posisi ganjil dengan jumlah digit bilangan tersebut pada posisi genap habis dibagi 11
  • Jika suatu bilangan habis dibagi  a dan juga habis dibagi b, maka bilangan tersebut akan habis dibagi ab dengan syarat a dan b relatif prima, dan berlaku sebaliknya.
  • Misalkan  M  jika dibagi p menghasilkan q dan bersisa r, ditulis  M = pq + r  (p menyatakan pembagi, q menyatakan hasil bagi, dan r menyatakan sisa) atau  M = r (mod p)

Jumat, 06 September 2013

PENETAPAN KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) Tahun Pelajaran 2013/2014



X IPA      X IPS       XI IPA      XI IPS       XII IPA      XII IPS


Salah satu prinsip penilaian pada kurikulum berbasis kompetensi adalah menggunakan acuan kriteria, yakni menggunakan kriteria tertentu dalam menentukan kelulusan peserta didik. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Kriteria ketuntasan minimal menjadi acuan bersama pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Oleh karena itu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penilaian di sekolah berhak untuk mengetahuinya. Satuan pendidikan perlu melakukan sosialisasi agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh peserta didik dan atau orang tuanya

Fungsi kriteria ketuntasan minimal: 

1.  sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai kompetensi dasar mata pelajaran yang diikuti. Setiap kompetensi dasar dapat diketahui ketercapaiannya berdasarkan KKM yang ditetapkan. Pendidik harus memberikan respon yang tepat terhadap pencapaian kompetensi dasar dalam bentuk pemberian layanan remedial atau layanan pengayaan;

2.  sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran. Setiap kompetensi dasar (KD) dan indikator ditetapkan KKM yang harus dicapai dan dikuasai oleh peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat mempersiapkan diri dalam mengikuti penilaian agar mencapai nilai melebihi KKM. Apabila hal tersebut tidak bisa dicapai, peserta didik harus mengetahui  KD-KD yang belum tuntas dan perlu perbaikan;

3.  dapat digunakan sebagai bagian dari komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Evaluasi keterlaksanaan dan hasil program kurikulum dapat dilihat dari keberhasilan pencapaian KKM sebagai tolok ukur. Oleh karena itu hasil pencapaian KD berdasarkan KKM yang ditetapkan perlu dianalisis untuk mendapatkan informasi tentang peta KD-KD tiap mata pelajaran yang mudah atau sulit, dan cara perbaikan dalam proses pembelajaran maupun pemenuhan sarana-prasarana belajar di sekolah;

4.  merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara pendidik, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan, dan orang tua. Pendidik melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Peserta didik melakukan upaya pencapaian KKM dengan proaktif mengikuti kegiatan pembelajaran serta mengerjakan tugas-tugas yang telah didesain pendidik. Orang tua dapat membantu dengan memberikan motivasi dan dukungan penuh bagi putra-putrinya dalam mengikuti pembelajaran. Sedangkan pimpinan satuan pendidikan berupaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan untuk mendukung terlaksananya proses pembelajaran dan penilaian di sekolah;

5.  merupakan target satuan pendidikan dalam pencapaian kompetensi tiap mata pelajaran. Satuan pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk melampaui KKM yang ditetapkan. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan salah satu tolok ukur kinerja satuan pendidikan dalam menyelenggarakan program pendidikan. Satuan pendidikan dengan KKM yang tinggi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab dapat menjadi tolok ukur kualitas mutu pendidikan bagi masyarakat.

Sabtu, 25 Mei 2013

GIMANA_YA..... ???



siapa bilang bahwa orang yang tidak tahu tidak akan berhasil?   Justru orang yang berpengetahuan tapi tidak menggunakan yang diketahuinya, lebih sering menjadi orang rata-rata, daripada orang yang tidak berpengetahuan tapi cepat memulai dan tabah menyelesaikan yang dimulainya. 

Sabtu, 23 Maret 2013

US_PA


Jangan mendahulukan kesenangan sejenak yang tidak menjadikanmu mampu, dan janganlah menunda yang penting. 
Perhatikanlah, bukankah engkau mengantuk saat harus belajar, tapi bermata lebar saat menonton yang tidak ada gunanya? Janganlah kau pertahankan sikap hidup yang 
mendekatkanmu kepada kebodohan dan kemiskinan

Kamis, 21 Maret 2013

U_S



Jangan malas.
Tujuan dari rasa malasmu adalah menggagalkanmu. Setiap rasa malasmu menyembunyikan satu kebaikan yang kau rindukan. Maka, setiap kali engkau merasa malas, bertindaklah. Bertindak dalam rasa malas adalah tanda pribadi yang tegas hatinya, gagah sikapnya, dan baik rezekinya.